Tampilkan postingan dengan label Apung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Konsep Rumah Susun Apung di Atas Sungai Ciliwung



Untuk menampung warga bantaran Sungai Ciliwung, Kementerian Perumahan Rakyat berencana membangun Rumah Susun (Rusun) Apung di atas kali Ciliwung. Seperti apa konsep rusun atau apartemen yang akan mengangkangi Kali Ciliwung tersebut?

Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid mengatakan konsep rusun apung diadopsi dari gaya apartemen di Jepang dan beberapa kota besar seperti Roma, Italia. Selain adanya ruang terbuka, lanjut Djan, Rusunawa juga dilengkapi fasilitas penunjang lainnya seperti sekolah, puskesmas, pasar, sanggar tari, tempat peribadatan bahkan tempat olah raga seperti lapangan futsal.

Disebut mengangkang, karena apartemen ini tepat berdiri di atas sungai, dengan kedua "kaki" di masing-masing sisi sungai. Untuk itu, bahu sungai dirancang untuk kokoh terlebih dulu, sehingga ketika air sungai surut, akan tercipta lapangan besar yang bisa digunakan untuk kegiatan publik.

Pembangunan Rusun Apung ini juga dimaksudkan untuk menata wilayah bantaran kali Ciliwung yang sejak zaman penjajahan Belanda disebut-sebut seperti aliran sungai di Venesia, Itali. Namun Ciliwung pada zaman Belanda berbeda dengan Ciliwung saat ini. Bantarannya dipadati oleh hunian yang tidak tertata dan dipenuhi kekumuhan, kemiskinan dan rentan terhadap bencana, dan kriminalitas yang tinggi.

Untuk mengubah itu, di wilayah bantaran Ciliwung perlu dilakukan penataan dengan rumah susun sewa yang dibangun dekat dengan tempat tinggal semula. Prinsipnya membangun tanpa menggusur. Pembangunan Rusun apung sendiri berawal dari konsep tersebut, merelokasi warga yang telah terlanjut tinggal di bantaran kali tanpa harus menggusur. Karena itu perlu penataan dengan rumah susun sewa yang dibangun dekat dengan tempat tinggal semula. 

Empat Lokasi Pembangunan

Pembangunannya sendiri akan dilakukan sebanyak empat tahap. Tahap pertama akan dibangun Rusun apung untuk menampung 13.413 dari tiga kElurahan yaitu kelurahan Manggarai (RW 01, 04, dan 10). Untuk pembangunan tahap pertama ini, Kemenpera akan melakukan normalisasi kali dari  Manggarai hingga Cawang sepanjang 8 kilometer.

Sedangkan tahap kedua dibangun untuk menampung sebanyak 4500 unit untuk menghunikan sebanyak 2.344 KK dari kawasan  Cawang (RW 01, 02, 03, 05, 08, dan 12), Cililitan (RW 07), dan Pangadegan (RW 01 dan 02). untuk tahap kedua ini, akan dilakukakan normalisasi kali sepanjang 2,2 kilometer dari kawasan Cawang hingga Kalibata.